Berita

 Network

 Partner

Akademisi: Pentingnya BUMD Untuk Pengembangan Ekonomi Khusus Daerah

Akademisi: Pentingnya BUMD Untuk Pengembangan Ekonomi Khusus Daerah

Berita Baru, Pohuwato – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dianggap penting untuk diaktifkan kembali oleh beberapa kalangan tokoh masyarakat tak terkecuali dari kalangan akademisi.

Universitas Pohuwato Haris Hasan mengatakan BUMD bisa menjadi salah sektor oleh Pemerintah Daerah untuk mengembangkan ekonomi khusus.

“Saya pikir BUMD Itu masuk urusan wajib, salah satu pilar ekonomi kita adalah badan usaha, baik milik negara, milik daerah maupun milik swasta,” ucap Haris Hasan, Rabu (2/6) saat diwawancarai via WhatsApp.

Haris Hasan yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Universitas Pohuwato itu menganggap bahwa kehadiran BUMD di Pohuwato harusnya diadakan atau diaktifkan kembali sebagaimamana sebelumnya sudah pernah ada juga.

Berita Terkait :  Bersama FISIP UIN Ar-Raniry, Aulia dan Aduen Alja Ajak Semangat Revitalisasi

“BUMD itu memang harus ada untuk pengembangan ekonomi rakyat, apalagi saat ini kita tahu bersama desa-desa kita lagi gaung-gaungnya melakukan hal untuk tumbuh kembangnya ekonomi di desa masing-masing dengan jalan menghidupkan BUMDes di desa masing-masing,” ungkap Haris Hasan.

Lebih Lanjut, Haris menerangkan kehadiran BUMD satunya untuk menghubungkan BUMDes-BUMDes yang ada di Kabupaten Pohuwato.

“Sampai pada hal-hal mengelompokkan bidang usaha yang dikelola oleh BUMDes, mohon maaf selama ini kita belum tahu BUMDes, BUMDes ini dan itu bergerak dikelompok bidang usaha apa, itu belum jelas. Olehnya kehadiran BUMD untuk menjadi salah satu pengakomdir hal tersebut paling tidak untuk menghubungkan hal tersebut sampai pada hal-hal besar nantinya,” terang Mantan Ketua STIE Ichsan Sirap Sulawesi Selatan itu.

Berita Terkait :  Pemerintahan SMS Lanjutkan MoU dengan Universitas Tadulako

Ia menyatakan bahwa daerah Pohuwato saat ini belum terfokus untuk pengembangan ekonomi khusus.

“Saya belum melihat Pohuwato dalam rangka mengembangkan potensi ekonomi khusus, belum ada itu, saya belum melihat Pohuwato ini pengembangan ekonominya kemana sebenarnya,” sambungnya.

Menurutnya, banyak fasilitas umum yang dimiliki daerah yang belum terhubung untuk pengembangan ekonomi khusus, padahal itu penting untuk di kelola oleh daerah melalui BUMD.

“Bahkan kita Pohuwato berada pada kawasan strategis segitiga emas teluk Tomini yang menghubungkan Pohuwato, Parigi Moutong Sulteng, Boalemo, Kota Gorontalo dan Bolaong Mongondow Selatan Sulawesi Utara,” katanya.

Haris berharap pemangku kepentingan di daerah untuk mengkaji terkait pengaktifan kembali BUMD, baik itu DPRD maupun pemerintah daerah.

Berita Terkait :  Nur Saidah Jabat Wakil Ketua DPRD Gresik, Atek Ridwan Anggota

“Jadi BUMD saya pikir itu wajib ada, tinggal bagaimana pihak DPRD meramu bersama Pemerintah Daerah sebaik mungkin agar kesalahan dimasa lalu yang menerpa BUMD tidak terjadi lagi dan pembentukannya tidak terkesan abal-abal atas asal-asalan,” cetusnya.

“Apabila itu dianggap perlu untuk keterlibatan pihak perguruan tinggi UNIPO untuk penkajian dalam dan penelitian BUMDnya akan dibuat bagaimana, kami siap-siap saja apabila diperlukan,” tandasnya.