Berita

 Network

 Partner

Airlangga Sebut 8 Juta Vaksin Sinovac Akan Tiba ke Indonesia

Airlangga Sebut 8 Juta Vaksin Sinovac Akan Tiba ke Indonesia

Berita Baru, Jakarta – Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa akan kembali datang 8 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech Ltd.

Menurut Airlangga, bahan baku (bulk) vaksin COVID-19 itu akan kembali datang pada Selasa, 25 Mei 2021 mendatang.

“Sehingga total vaksin yang sudah kita terima adalah 83,9 juta dosis,” ungkap Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/5).

Airlangga juga menuturkan, pemerintah akan terus mengakselerasi laju vaksinasi COVID-19 guna mencapai kekebalan komunal (herd immunity).

“Hingga 23 Mei ini, penyuntikan vaksin yang dilaksanakan telah mencapai 24,81 juta dosis vaksin,” ujar Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Secara rinci, dia menyebutkan bahwa vaksinasi tahap pertama 14,9 juta dosis dan tahap kedua 9,88 juta dosis.

“Realisasi penyuntikan vaksin tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang terbanyak dalam hal penyuntikan vaksin, yang dilakukan oleh negara yang bukan produsen vaksin,” terangnya.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 181 juta penduduk di Indonesia mendapatkan vaksin COVID-19 untuk menciptakan kekebalan komunal. “Vaksinasi ditargetkan tuntas pada akhir 2021,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyebutkan bahwa salah satu upaya untuk mengakselerasi vaksinasi, pemerintah bekerja sama dengan swasta melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk menyelenggarakan vaksinasi Gotong Royong dengan target 30 juta penyuntikan vaksin.

“Pemerintah terus mewaspadai varian of concern virus COVID-19 dari luar negeri. Salah satunya adalah kasus klaster Kapal MV Hilma Bulker di Cilacap di mana 14 anak buah kapal (ABK) positif COVID-19 varian B.1.617. Sebagian dari 14 ABK itu dilaporkan sudah sembuh,” tutur Airlangga.

Presiden memberikan arahan, lanjutnya, agar ada prioritas vaksinasi untuk kapal dan pelabuhan. “Khusus untuk kapal yang pernah atau pun berasal dari India untuk dilakukan isolasi di kapal selama 14 hari,” tukas Airlangga. (mkr)

Berita Terkait :  Erick Thohir Berhentikan Dirut Garuda, Berikut Tanggapan Jokowi