Abdul Muiz: Filosofi LSN 2019 itu Mandiri, Profesional!

LSN 2019
Ketua Panpel LSN Region DI Yogyakarta, Abdul Muiz (kiri) saat berswa foto bersama Wakil Bupati Bantul, KH. Abdul Halim Muslih (tengah). [Foto: Ahmad Taufiq]

Berita Baru, Yogyakarta – Liga Santri Nusantara (LSN) 2019 Region Yogyakarta resmi bergulir hari ini, Senin (07/10).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang didukung pendanaan penyelenggara nasional, kompetisi region 2019 dilaksanakan mandiri dan swadaya region masing-masing.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) LSN Region Yogyakarta, Abdul Muiz menyatakan pihaknya akan melaksankan amanah sebaik mungkin.

Hal itu disampaikan Muiz ketika diwawancarai Beritabaru.co, usai pembukaan acara LSN Region DIY 2019 di Sekretariat Panitia, Stadion Sultan Agung, Bantul Senin (7/10/2019).

Pada kesempatan yang sama, Abdul Muiz bercerita bagaimana ia memberanikan diri ketika ditugasi oleh NU untuk menjadi ketua panitia pelaksana dengan kondisi seadanya.

“Memang sepertinya akan terasa berat. Namun sebagai santri, kita harus melaksanakan perintah NU, sebagai bentuk takzim kepada para kiyai. Soal pendanaan bukanlah persoalan yang berarti. Pasti ada jalan,” ungkap Muiz.

Muiz juga menambahkan, bahwa hal tersebut justru menjadi tantangan tersendiri agar santri berupaya dan mampu mengelola LSN secara mandiri dan profesional.

Berita Terkait :  Hari Pertama Pertandingan LSN Region DIY; Tiga Tim Melaju Kencang

“LSN tahun ini adalah transisi. Suatu ujian yang harus kita lewati. Sebab itu, filosofi LSN 2019 itu mandiri, profesional” pungkas Muiz.

LSN 2019 Region DIY sendiri akan digelar selama tujuh hari, yakni Senin-Minggu (7-13/10/2019).

Ada 17 pondok pesantren di seluruh wilayah DIY yang akan berlaga. Adapun laga perdana adalah regu dari Pondok Pesantren Nur Iman Mlangi versus Ponpes Annur Bantul. [Taufiq]

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan