Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ribuan Warga Israel Geruduk Kediaman Netanyahu, Memintanya Mundur

Ribuan Warga Israel Geruduk Kediaman Netanyahu, Memintanya Mundur



Berita Baru, Internasional – Ribuan orang Israel melakukan demonstrasi anti-pemerintah di luar kediaman resmi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Sabtu (6/2). Mereka menuntut Netnyahu untuk mundur dari jabatannya, Haaretz melaporkan Sabtu.

Warga Israel, seperti dilansir dari Sputnik News, telah melakukan protes secara teratur selama berbulan-bulan meskipun pandemi berkecamuk. Mereka mengklaim bahwa penanganan pemerintah terhdap pandemi salah, sehingga menyebabkan krisis ekonomi di negara itu.

Para pengunjuk rasa dilaporkan berbaris di jalan-jalan kota sebelum bertemu di titik utama, di Jalan Balfour.

Seperti video yang beredar di media sosial, pengunjuk rasa tampak meneriakkan slogan politik, sambil bermain drum dan menari mengikuti irama.

Aksi berujung bentrok antara aparat penegak hukum dan demonstran setelah salah satu pintu keluar dari Paris Square, diblokir oleh polisi. Seorang pengunjuk rasa dilaporkan mengalami cedera kepala dan dievakuasi dari tempat kejadian.

Video lain menunjukkan pengunjuk rasa membawa kapal selam prop. Koreografi simbolik untuk menyindir Netanyahu yang diduga menyembunyikan informasi terkait pembelian kapal selam.

Bersama kapal selam, beberapa pengunjuk rasa membawa balon hijau berukuran besar yang berbentuk seperti virus COVID.

Polisi telah menutup jalan-jalan di sekitar kediaman perdana menteri sebelum protes. Pada saat yang sama, di Kaisarea, ratusan orang dilaporkan berbaris ke rumah pribadi perdana menteri.

Sebelumnya, demonstrasi terjadi di jembatan dan persimpangan di seluruh negeri.

Selama lebih dari tujuh bulan, protes anti-pemerintah terus berlangsung. Mereka menuntut pengunduran diri Netanyahu karena persidangan atas tuduhan suap, penipuan dan pelanggaran kepercayaan serta penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintah. Netanyahu membantah melakukan pelanggaran apa pun.