Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Jaringan 5G Inggris
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Menteri Keuangan Britania Raya Rishi Sunak mempresentasikan anggaran pemerintah di House of Commons, London, 8 Juli 2020. Foto: EPA-EFE

Inggris Larang Keterlibatan Huawei dalam Pembanguan Jaringan 5G



Berita Baru, Internasional – Selasa (14/7), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, para menteri dan kepala keamanan tinggi menandatangani rencana untuk melarang Huawei untuk berpartisipasi pada pembangunan infrastruktur jaringan 5G di Inggris pada pertemuan Dewan Keamanan Nasional.

Di bawah cetak biru yang disetujui oleh Perdana Menteri Boris Johnson, operator tidak akan dapat menambahkan komponen Huawei baru ke jaringan 5G mereka setelah 31 Desember tahun ini.

Semua peralatan yang dibuat oleh perusahaan berbasis di Shenzhen yang sudah terpasang perlu dihapus dari infrastruktur 5G pada tahun 2027.

Hal itu dilakukan demi kepentingan keamanan dan ketahanan infrastruktur jaringan Inggris.

Konsekuensi dari melarangan Huawei membangun jaringan 5G di Inggris ini adalah meningkatkan biaya pemasangan 5G di pasar hingga 2 miliar pound (US$ 2,5 miliar). Selain itu, pembangunan jaringan 5G akan tertunda selama dua sampai tiga tahun.

Para menteri juga memperingatkan operator untuk berhenti membeli peralatan Huawei untuk jaringan broadband tetap mereka.

Menurut SCMP, BT Group dan Three UK, yang dimiliki oleh CK Hutchison Holdings, mengakui mereka lebih mengandalkan Huawei daripada pemasok lain untuk jaringan 5G mereka.

Namun, pada Januari,  BT Group mengatakan dalam pernyataan pasca-pasar bahwa mereka tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan lebih dari 500 juta pound yang dianggarkan pemerintah untuk memauhi aturan pemerintah.

Selain itu, saham BT Group naik sebanyak 4 persen, menjadikannya saham dengan kinerja terbaik di Indeks FTSE 100 pada hari Selasa.

Sementara itu, Vodafone Group, yang sepertiga dari peralatan 4G menggunakan Huawei, merasa ‘kecewa’ dengan keputusa pemerintah, terutama karena peluncuran 5G akan ditunda.

Jika menengok ke belakang, sejak Presiden Trump telah melobi Inggris untuk melarang Huawei pada pembangunan jaringannya, karena menurutnya Huawei merupakan ‘alat’ Beijing untuk memata-matai.

Namun pada Januari 2019, Johnson memeutuskan akan membatasi seberapa banyak Huawei berperan, yaitu pada posisi ‘non-inti.’

Tapi kemudian pada Mei, Presiden Trump melarang Huawei untuk mendapatkan pasokan chip yang menggunakan teknologi AS. Larangan itu memaksa para pejabat Inggris menilai kembali pandangan mereka tentang kamanan dan ketahanan peralatan Huawei dalam jaringan 5G.

Lalu pada awal Juli, Government Communications Headquarters (GCHQ) mengeluarkan laporan berisi bahaya-bahaya jika Inggris tetap menggunakan Huawei sehingga mendorong Inggris untuk memblokir semua produk teknologi Huawei di Inggris dalam 6 bulan ke depan.

Selain itu, keputusan dari Inggris ini akan mendorong Kanada untuk ikut melarang Huawei dari jaringan 5G. Dan kemungkinan besar, Jerman juga akan ikut menyusul melarang Huawei meskipun Jerman bersikeras membolehkan ‘vendor asing’ dalam membangun jaringan 5G.