Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Sungai Batanghari
Kondisi Sungai Batanghari (Foto: Jambikita.id)

HUT Jambi Ke-66, Walhi Hadiahkan Catatan Pencemaran Sungai Batanghari



Berita Baru, Jakarta – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi menyampaikan catatan penting terkait Sungai Batanghari kepada pemerintah pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-66.

“Kondisi sungai Batanghari semakin tercemar dan kotor sehingga tidak dapat lagi dimanfaatkan,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jambi, Abdullah, dikutip dari Republika, Senin (9/1/2023).

    Walhi menyatakan setidaknya ada tiga penyebab kerusakan Sungai Batanghari menjadi semakin parah setiap tahunnya. Pertama, maraknya aksi pertambangan tanpa izin (PETI) yang terjadi di hulu hingga hilir sungai.

    Menurut temuan Walhi, pertambangan ilegal yang banyak ditemui di sepanjang sungai adalah pertambangan emas dan galian C, mercuri, sertaan logam berat lainnya. Kedua, tangkapan air (water catchment area) menjadi hancur dan rusak sehingga air tidak dapat ditampung dan dialirkan kembali.

    Hal itu mengakibatkan pendangkalan atau sedimentasi di aliran sungai Batang Hari dan menurunkan kualitas air sungai. Ketiga, deforestasi yang mengakibatkan berkurangnya penguapan air tanah oleh pohon.

    Abdullah menyatakan, saat ini terdapat 82 pabrik kelapa sawit di Provinsi Jambi yang sebagian besar berkontribusi kepada kerusakan sungai Batanghari. Alih-alih diperbaiki, sungai Batanghari yang semakin terancam dan kini ditambah lagi dengan adanya rencana angkutan batubara melalui sungai yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi.

    “Hal ini tentunya akan menambah pencemaran di dalam sungai dikarenakan jatuhan batubara dari kapal tongkang pengangkut,” kata Abdullah.