Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Fantastis, Anggaran Pensiun dan Seragam Perumda Giri Tirta Gresik Capai 8,6 Miliar

Fantastis, Anggaran Pensiun dan Seragam Perumda Giri Tirta Gresik Capai 8,6 Miliar



Berita Baru, Gresik – Usai pemberhentian sederet jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung menggelar rapat evaluasi perusahaan penyedia air bersih milik daerah (BUMD) itu bersama jajaran managemen baru, Selasa (04/01). Rapat evaluasi di lantai dua kantor Perumda Giri Tirta Gresik berlangsung selama 3 jam, sejak pukul 13.00 WiB dan tertutup untuk wartawan. 

Hasilnya, belakangan terungkap dalih merugi bertahun-tahun sehingga tak dapat memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) ternyata anggaran dialokasikan untuk dana yang tidak relevan. Bahkan nominalnya terbilang fantastis. Dana pensiun Rp 8 miliar dan pengadaan baju seragam Rp 600 juta per tahun.

“Saya pastikan anggaran itu kita stop. Mohon maaf kita belum bisa memberikan anggaran tersebut karena kewajiban BUMD adalah untuk memberikan bantuan ke PAD belum dilakukan,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani usai rapat evaluasi di kantor pusat Perumda Giri Tirta Gresik, Selasa (4/1). 

Bupati Fandi Akhmad Yani menyebut, besarnya anggaran pensiun dan pengadaan baju seragam tersebut dihentikan karena kondisi keuangan perusahaan sedang terancam kolaps. Oleh sebab itu, penggunaan keuangan harus di skema seefisien mungkin. 

“Penggunaan anggaran harus efisiensi dan efektif. Harus mengencangkan ikat pinggang, apa yang menjadi kebutuhan hari ini, dan memang butuh silakan belanja. Bukan mindset pengadaan. Pengadaan yang tidak penting. Seragam dsb stop. Cukup. Jangan sekali-sekali belanja kalau tidak sesuai kebutuhan,” tegasnya dengan serius.

Kondisi Perumda Giri Tirta Gresik, lanjut Bupati Gus Yani, saat ini sakit, kondisinya lagi di ICU. Keuangan sedang kritis. Ia mengumpamakan kondisi Perumda Giri Tirta Gresik masuk perawatan intensif care unit (ICU).

“Belanja harus efektif dan efisien,”tegasnya lagi. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, ucapnya, sedang mencari tambahan meningkatkan PAD. Pemkab Gresik mengubah mekanisme retribusi parkir dari konvensional, memakai karcis menjadi cashless tujuannya 

“Kami mengajak seluruh jajaran PDAM mulai dari cabang dan bagian yang ada di internal PDAM untuk merubah mindset mereka. Bahwasanya pemerintah hari ini bersusah payah mencari PAD, mulai merubah  parkir dari tunai menuju cashless. Ini tujuannya apa mencari peningkatan PAD. Masak di PDAM malah membuat kerugian-kerugian. Yang seharusnya BUMD untung. Tidak ada lagi BUMD rugi. Kalau rugi bubar saja. Kita setengah mati menaikkan pendapatan,” jelasnya.

Sebagai informasi, rapat evaluasi juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Plt Dirut Perumda Giri Tirta Gresik Gunawan Setiadji, Plt Direktur Umum (Dirum) Perumda Giri Tirta Gresik Widjajani Lestari dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik Suprapto.