Berita

 Network

 Partner

Berita Baru, Manila – Sedikitnya 9 orang meninggal dan 16 orang dilaporkan saat badai Kompasu menerjang Filipina utara dan barat yang menyebabkan banjir dan tanah longsor. Foto: AFP.
Berita Baru, Manila – Sedikitnya 9 orang meninggal dan 16 orang dilaporkan saat badai Kompasu menerjang Filipina utara dan barat yang menyebabkan banjir dan tanah longsor. Foto

9 Orang Meninggal dan 16 Orang Dilaporkan Hilang Saat Badai Kompasu menerjang Filipina

Berita Baru, Manila – Sedikitnya 9 orang meninggal dan 16 orang dilaporkan saat badai Kompasu menerjang Filipina utara dan barat yang menyebabkan banjir dan tanah longsor, kata otoritas setempat.

Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) melaporkan pada hari Selasa (12/10) bahwa empat orang tewas setelah tanah longsor di provinsi Benguet, satu orang tenggelam di provinsi utara Cagayan dan empat hanyut dalam banjir bandang di provinsi Palawan.

Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa setidaknya 16 orang hilang di tiga provinsi dan setidaknya dua lainnya terluka.

Media lokal melaporkan lebih dari 2.000 orang mengungsi dari rumah mereka di beberapa kota, sementara banyak kota yang dibanjiri dan dihantam oleh hujan deras dan angin yang menumbangkan pohon dan merobohkan listrik.

Berita Terkait :  Tinjau Lokasi Banjir, Muda Pastikan Warga Dapat Tempat Layak

“Sekitar tujuh hingga delapan barangay (desa) masih tergenang … karena drainase yang tersumbat atau kurangnya drainase,” kata seorang pejabat bencana di kota Puerto Princesa di Palawan, Earl Timbancaya mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Tapi itu mereda sekarang,” tegasnya.

Gambar dan video yang diposting di media sosial menunjukkan gubuk kayu tergantung di lereng bukit yang terkikis di Benguet.

Sebuah video menunjukkan beberapa pria dan wanita dengan panik mengambil jagung dari ladang jagung yang terendam banjir yang siap dipanen sebelum bencana melanda.

Badai topan Kompasu atau juga dikenal di Filipina sebagai Topan Maring, menghantam Filipina dengan kecepatan angin maksimum 100 km/jam (62 mph), menyerap sisa-sisa topan sebelumnya, sebelum mendarat di negara itu pada Senin malam.

Berita Terkait :  Virus Corona Sudah Sampai di Singapura

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 7.600 pulau, Filipina dilanda sekitar 20 badai atau topan setiap tahun, membawa hujan lebat yang memicu tanah longsor yang mematikan.

Juru bicara Presiden, Harry Roque mengatakan pada Selasa (12/10) bahwa Presiden Rodrigo Duterte sedang memantau tanggapan bencana pemerintah.

Personel penyelamat berada di tempat kejadian, sementara pemulihan listrik dan air serta pembersihan jalan sedang berlangsung, tambahnya.

Badai Kompasu merupakan badai tropis ke-13 yang memasuki Filipina, diperkirakan akan meninggalkan wilayahnya pada hari ini, kata badan cuaca negara itu.