Berita

 Network

 Partner

84,3 Persen Rakyat Indonesia Tolak Gagasan Presiden Dipilih MPR

84,3 Persen Rakyat Indonesia Tolak Gagasan Presiden Dipilih MPR

Berita Baru, Jakarta – Mayoritas rakyat Indonesia tidak mendukung gagasan pemilihan presiden oleh MPR seperti di era Orde Baru. Hal itu diungkap lembaga survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

“SMRC terbaru menunjukkan bahwa 84.3% rakyat Indonesia ingin pemilihan presiden tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat, bukan oleh MPR,” kata Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando dalam peluncuran hasil survei nasional SMRC bertajuk ‘Sikap Publik Nasional terhadap Amendemen Presidensialisme dan DPD’, Minggu (20/6).

Menurut Ade, hanya ada 8.4% warga yang setuju presiden tidak dipilih langsung oleh rakyat, tapi dipilih oleh MPR. “Mayoritas rakyat menganggap pemilihan langsung oleh rakyat adalah pilihan terbaik,” tegasnya.

Ade mengungkapkan, survei nasional SMRC tersebut dilakukan pada 21-28 Mei 2021. Penelitian dilakukan melalui wawancara tatap muka dan melibatkan 1072 responden yang dipilih melalui metode penarikan sampel random bertingkat (multistage random sampling) dengan Margin of error penelitian ± 3.05%.

Ade menuturkan bahwa Saat ini ada kelompok-kelompok yang, dengan beragam alasan, mengangkat gagasan tentang perlunya pemilihan presiden dilakukan cukup oleh MPR tanpa harus melalui pemilihan langsung oleh rakyat.

“Temuan ini bisa dilihat sebagai respons terhadap adanya keinginan sebagian pihak untuk mengembalikan pasal-pasal tentang pola pemilihan presiden oleh parlemen yang dikenal sebelum amandemen UUD 1945 di masa awal reformasi,” jelasnya.

Berita Terkait :  Gagal Paham Rencana Amandemen Konstitusi Kala Pandemi