6 Mitos Karakter Introver: Mana yang Pernah Kamu Alami?

Karakter Introver
Ilustrasi: introvertdear.com

Berita Baru, Psikology – Karena memiliki karakter yang cenderung menarik diri dari keramaian, berbagai mitos pun dialamatkan kepada orang introver. Tak jarang, mitos ini berakibat negatif dan bikin citra introver makin kelam.

Menurut psikolog Rani Agias Fitri dalam buku berjudul Ada Apa dengan Introver?, pemaparan mengenai mitos ini penting untuk diketahui oleh introver agar ia menyadari persepsi orang mengenai dirinya. Sekaligus penting pula bagi kamu yang memiliki kawan introver agar tak terjebak pada mitos-mitos belaka.

Apa mitos mengenai introver yang beredar di masyarakat?

Introver itu Ansos alias Antisosial

Sebenarnya anggapan ini bisa jadi benar. Soalnya, introver memang butuh menghabiskan waktu dengan diri sendiri untuk mengecas enegi. Pada dasarnya sih, introver merupakan seorang pengamat yang membutuhkan ketenangan untuk merenung. Ia lebih fokus pada kondisi mentalnya, sehingga menyukai suasana yang hening.

Tapi itu bukan berarti mereka selalu menyendiri dan bersikap antisosial, lho. Ada kalanya mereka bisa berbaur dan nongkrong dengan kawan-kawannya kok, meski tentu tidak sebebas orang ekstrover.

Berita Terkait :  Membayar Utang Rasa pada Keindahan Glenn Fredly

Introver itu Pemalu dan Nggak PD-an

Anggapan ini bisa dipahami, sih. Namun perlu diketahui, introver tidak suka tampil di depan publik dan dibanjiri pujian. Karena introver lebih fokus pada kondisi mental, itu membuat mereka kurang terbiasa berinteraksi secara spontan dengan orang lain. Mereka benar-benar berhati-hati dalam berpikir dan bicara.

Lagian nih, introver cenderung lebih suka berada di belakang panggung dan mengonsep suatu kegiatan dibanding harus bicara di depan.

Tapi jika dilatih, introver bisa menjadi pembicara ulung, lho. Tengok saja Mahatma Gandhi dan Abraham Lincoln!

Introver Nggak Punya Banyak Kenalan

Mungkin karena orang menganggap bahwa introver itu kurang suka bergaul, maka dicaplah mereka sebagai orang yang tidak punya networking yang luas.

Bisa jadi benar, karena introver cenderung menjaga lingkaran pertemanannya. Meski tidak punya banyak teman, introver lebih memilih begitu daripada punya teman banyak tapi nggak akrab.

Ini bukan berarti introver tidak bisa bekerja dengan baik, lho. Jika ia diberi tugas membangun jaringan, introver bakal melakukannya dengan baik.

Berita Terkait :  Desakralisasi Kecak Bali

Introver itu Aneh

Banyak orang berpikir, kok bisa ya ada orang yang lebih suka menghabiskan waktu dengan dirinya dan aktivitasnya sendiri dibanding bergaul dengan teman-temannya dan nongkrong bareng?

Masalahnya nih, dasarnya orang introver memang suka suasana tenang. Soalnya, introver lebih banyak berpikir dan merenung. Apa saja bisa dipikirkan oleh mereka, bahkan hal-hal seperti makna kehidupan. Hal inilah yang menyebabkan mereka lebih banyak diam, bertapa di rumahnya.

Introver Nggak Suka Pergi ke Tempat Umum

Karena memang tidak terlalu menyukai keramaian dan enggan banyak berinteraksi dengan orang lain, maka muncul anggapan bahwa introver menjauhi tempat umum.

Sebenarnya tidak benar, karena yang dihindari adalah suasana ramai dan bukan tempat umum seperti kafe, mall, atau restoran. Jadi, introver tetap mau kok pergi ke tempat umum. Hanya saja, ia bakal mencari spot-spot yang tenang dan menyenangkan baginya.

Introver itu Kasar

Aduuuh, niatnya sih bukan ketus atau kasar, ya. Tapi introver sering disalahpahami demikian karena mereka cenderung irit bicara.

Berita Terkait :  Ekonomi Normatif

Bukannya apa. Dalam sehari-hari, ada banyak yang introver pikirkan karena mereka memang cenderung mengamati dan merenungkan banyak hal. Selain itu, ia tipe yang langsung pada topik pembicaraan dan sulit bagi mereka untuk berbasa-basi.

Mereka tak bermaksud kasar, kok. Justru mereka tidak berbelit-belit ketika berbicara dan menyukai kelugasan.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini