Berita

 Network

 Partner

6 Catatan dari Serial Permainan Mematikan “Squid Game”

6 Catatan dari Serial Permainan Mematikan “Squid Game”

Berita Baru, Entertainment – Serial drama yang bercerita tentang permainan mematikan asal Korea berjudul “Squid Game” tengah menuai popularitas. Bahkan di Amerika Serikat, serial ini menduduki tangga 10 acara terlaris. Isu plagiarisme yang menerpa film ini nampaknya tidak membuat penggemar “Squid Game” berhenti membicarakannya.

Ada 6 catatan penting yang disampaikan melalui serial “Squid Game” dalam 9 episodenya. Apa saja? Yuk, tengok daftarnya berikut ini.

Mengubah nasib adalah pertaruhan

Setelah mengikuti permainan pertama yakni “Red Light, Green Light,” sebagian pemain yang selamat terlampau trauma dan memutuskan untuk berhenti bermain. Namun setelah kembali ke aktivitas normal, mereka kembali dihadapkan pada hutang dan realita kemiskinan yang menyiksa. Hingga akhirnya, mereka memilih kembali ke permainan sekalipun nyawa mereka terancam.

Berita Terkait :  Film Barfi!: Penampilan Istimewa Priyanka Chopra dan Ranbir Kapoor

Pentingnya mencoba

Lebih baik mencoba, daripada tidak. Itu nampaknya yang diajarkan oleh para pemain game mematikan ini. Mereka adalah orang-orang yang dibelenggu problem finansial dan membutuhkan uang dalam jumlah besar untuk bisa keluar dari masalah. Ada pembelot dari Korea Utara, sopir yang hobi judi, hingga seorang pendeerita tumor otak. Daripada tersiksa dan mati di luar sana, mereka memilih mencoba peruntungan dengan bermain game ini. Ya meskipun, risiko matinya besar sekali. Itulah kenapa, butuh strategi!

Mikir dulu, baru bertindak

Ingat game memotong roti honeycomb? Roti manis ini dibuat dari madu kemudian dicetak ke dalam bermacam bentuk. Dalam game ini, peserta harus memotong roti sesuai cetakan. Bayangkan kalau mereka terburu-buru menggunakan alat pemotong dan akhirnya bagian vital dari bentuk yang diinginkan malah terpotek? Dar, langsung deh ditembak sama pengawasnya.

Berita Terkait :  Review “Paheli”: Ketika Suamiku Bukan Suamiku

Pentingnya punya strategi

Dari permainan tarik tambang, kita mempelajari satu poin mengenai menyusun strategi. Dalam setiap upaya, entah mendapatkan pekerjaan, mengejar cinta, maupun mengembangkan bisnis, strategi adalah elemen penting. Usaha kita bakal sia-siap tanpa strategi. Tapi kalau kita punya strategi yang tepat, kita bakal menang meski lawan kita lebih kuat. Di permainan ini kita juga belajar bahwa tim yang kuat bukan selalu mereka yang berbadan sangar. Kekuatan tak dibatasi oleh jender maupun umur, buktinya perempuan juga bisa kuat, kok!

Menghargai kerja keras

Kesuksesan, apapun bentuknya, tidak dicapai dengan mudah. Perlu perjuangan dan kerja keras. Alih-alih menggantungkan diri dari uang ibunya dan mengikuti judi pacuan kuda, Seong Gi-hundipaksa memeras otak dan bekerja lebih keras ketika mengikuti permainan mematikan ini. Nampaknya, setelah melihat drama ini, kita jadi bisa lebih menghargai kerja keras, ya.

Berita Terkait :  Natasha Romanoff Menghadapi Masa Lalunya dalam Trailer Terbaru “Black Widow”

Kemanusiaan versus kekuasaan

Secara garis besar, “Squid Game” menampilkan isu-isu kemiskinan, relasi kuasa, dan kesenjangan sosial. Di akhir episode, Seong Gi-hun berkesempatan bicara dengan pencipta game mematikan tersebut. Dalam percakapan mereka, kita bisa merefleksikan bingkai utama yang nampak di drama ini:kekuasaan di atas kemanusiaan. Apakah ditengah kemiskinan yang mendera masih ada rasa kemanusiaan di antara sesama manusia?