6 Alasan Chelsea Bisa Tembus Final Liga Champions

-

Berita Baru, Sepak Bola – Klub asal London Barat, Chelsea, berhasil melangkah ke partai Final Liga Champions. Chelsea memastikan tiket Final setelah menyingkirkan tim dengan 13 titel juara Liga Champions, Real Madrid di Semifinal dengan agregat 3-1. Fakta bahwa Chelsea dapat melangkah ke Final cukup mengejutkan publik, mengingat tim tersebut bukan tim yang diunggulkan berlaga di Final. Paris Saint Germain (PSG), Barcelona, Bayern Munchen, dan Real Madrid adalah tim-tim yang difavoritkan berlaga di Final. Namun ternyata prediksi tersebut meleset, faktanya yang berhasil tembus Final adalah duo klub asal Inggrs, Chelsea dan Manchester City.

Berhasilnya Chelsea menembus Final kompetisi paling akbar se-Eropa tersebut  tidak terlepas dari beberapa hal, berikut 6 alasan Chelsea berhasil tembus Final Liga Champions ;

1. Kedatangan Thomas Tuchel

Tidak bisa dipungkiri, gelombang revolusi permainan Chelsea yang sebelumnya ditangan Frank Lampard mengalami pasang surut menjadi konsisten adalah dengan kehadiran Thomas Tuchel. Sejak kedatangannya, Chelsea yang terlempar ke papan tengah klasemen mampu ia angkat ke emoat besar hanya dalam kurun waktu 20 hari. Tactician asal Jerman tersebut merombak formasi permainan Chelsea dan hasilnya terbilang memuaskan, Chelsea tak terkalahkan dalam 14 pertandingan.

Berita Terkait :  Live Streaming Chelsea vs Manchester City, Jumat 26 Juni 2020
Berita Terkait :  Demi Philippe Coutinho, Arsenal Tawarkan Matteo Guendouzi ke Barcelona

Kesuksesan Tuchel berlanjut ke Liga Champions, sebagai pelatih yang baru 4 bulan menangani Chelsea, Tuchel pantas untuk disanjung seiring keberhasilannya membawa Chelsea ke Final Liga Champions. Capaian yang tidak mudah tersebut diraih setelah Tuchel menundukkan Zinedine Zidane dan Diego Simeone, dua manager top Eropa.

2. Performa Yang Konsisten

Sejak kedatanan Tuchel, performa Chelsea di semua turnamen menjadi lebih konsisten. Chelsea hanya kalah dari West Bromwich Albion (WBA) di Liga Inggris dan FC Porto di Liga Campions, selebihnya adalah kemenangan dan hanya beberapa kali seri. Performa konsisten tersebut turut menambah tingkat kepercayaan Chelsea, klub milik Roman Abramovich tersebut tak gentar kala berhadapan dengan tim-tim besar kaliber Real Madrid, Atletico Madrid, Manchester City, dan Liverpool. Bahkan, Chelsea dengan konsistensi tingginya telah menumbangkan emoat tim tersebut. 

Berita Terkait :  Live Streaming Final Piala FA: Arsenal vs Chelsea

3. Bakar Uang

Untuk musim ini, Chelsea adalah klub dengan daya belanja paling fantastis di Premier League dengan total belanja 247 juta euro atau setara 4,25 Triliun. Langkah tersebut dilakukan untuk menambah kekuatan Chelsea di berbagai posisi. Di barisan pertahanan, Chelsea semakin kokoh dengan kehadiran Ben Chilwell dari Leicester City, Thiago Silva dari PSG, serta Edouard Mendy dari Rennes.

Berita Terkait :  Live Streaming Final Piala FA: Arsenal vs Chelsea

Di posisi lini serang, Timo Werner, Kai Havertz, dan Hakim Ziyech yang merupakan sama-sama rekrutan anyar menjadi trio mematikan dengan kelincahan dan kecepatannya. Berkat belanja pemain tersebut, Chelsea menjadi lebih bertaji dan kuat hampir di segala lini, dorongan finansial tersebut berbuah manis, yakni tembusnya tim tersebut ke Final Liga Champions dan Final Piala FA.

4. Lini Pertahanan Kokoh

Harus diakui, bahwa salah satu alasan mengapa Chelsea lolos ke Final adalah karena faktor kokohnya pertahanan tim tersebut. Di era Tuchel, pertahanan disajikan berbeda dengan Lamprad. Tuchel hanya memasang tiga bek dan dua bek sayap yang condong maju membantu hidupkan serangan dari pinggir. Dengan formasi tersebut, Chelsea era Tuchel yang memainkan 25 laga baru kebobolan 11 gol. Satu-satunya kebobolan The Blues yang lebih dari 2 gol adalah saat Chelsea kalah dari West Bromwich Albion, itupun karena kartu merah Tiago Silva.

Berita Terkait :  Tinggalkan Inter Milan, Asley Young Pulang ke Aston Villa

Atas capaian di lini pertahanan tersebut, Gary Naville, legenda Manchester United memberikan pujian. “Saya tidak tahu seperti apa cara Tuchel melatihnya,” ucap pandit Gary Neville pada Sky Sports.

“Tuchel berada di sini selama empat atau lima bulan, dia punya pertandingan hari Rabu dan Sabtu, tidak ada waktu untuk latihan, Anda lebih sering bicara soal recovery,” sambung Neville.

Berita Terkait :  Tinggalkan Inter Milan, Asley Young Pulang ke Aston Villa

“Lalu, bagaimana dia melatih klub menjadi matang seperti ini? Ini adalah kinerja tim pelatih yang luar biasa dan para pemain juga mampu melakukannya dengan sangat baik,” kata mantan kapten Manchester United.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments