53,8 Persen Publik Tidak Puas Kerja Presiden Tangani Corona

Berita Baru, Jakarta – Hasil survei Indo Barometer dan Puslitbangdiklat RRI menyebut sebanyak 53,8 persen publik tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi terhadap penanganan pandemi Covid-19.

“Hanya 45,9 persen responden yang menyatakan puas,” demikian dikutip dari CNNIndonesia.com

Survei yang dilakukan 12-18 Mei 2020 menunjukkan lima alasan responden tidak puas. Sebanyak 17,3 persen menilai kebijakan Jokowi tidak konsisten, sedangkan 10,7 persen menilai pemerintah lambat mendistribusikan bansos.

Sementara, 10,1 persen responden menilai data penerima bansos tidak akurat, 10,1 persen menilai penanganan lambat, dan 9,9 persen menilai kebijakan presiden dan pembantunya sering berbeda.

Untuk responden yang puas yaitu beralasan; 31,1 persen penanganan PSBB sudah cukup baik, 19,2 persen penanganan cepat tanggap, 10,6 persen mulai banyak yang sembuh, 9,3 persen kebijakan PSBB sudah tepat, dan 6 persen terlihat kerja nyata.

Selain itu, survei juga menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap penanganan kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi.

Sebanyak 84,3 persen menyatakan tidak puas atas penanganan pengangguran yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi.

Berita Terkait :  Dua Mahasiswa Meninggal, Jokowi Sampaikan Belasungkawa

Alasan ketidakpuasan responden adalah PSBB yang mengakibatkan sulit bekerja dan mendapat pekerjaan, kartu prakerja belum efektif, belum ada solusi yang tepat bagi yang menganggur, dan merasa sulit mendapat pekerjaan.

Survei dilakukan di 7 provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Sebanyak 400 responden dilibatkan.

Metode penarikan sampel menggunakan quota & purposive sampling dengan margin of error sebesar kurang lebih 4,90 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan