Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Prestasi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia sangat fantastis (AP Photo)
Prestasi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia sangat fantastis (AP Photo)

5 Prestasi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Yang Terakhir Sangat Fantastis!

Berita Baru, Sepakbola – Prestasi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia sangat fantastis. Teranyar, pelatih asal Korea itu berhasil membawa pasukan Garuda lolos Kualifikasi Piala Asia 2023.

Shin Tae-yong mulai bertugas sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 2019 lalu. Eks pelatih tim nasional Korea Selatan itu bukan hanya bekerja untuk tim senior, tetapi juga U-19 dan U-23.

Saat ini, gaji Shin Tae-yong di Indonesia cukup tinggi. Hal ini sangat sesuai dengan kinerja dan skill yang dimilikinya.

“Besar ya, Rp2 miliar kurang lebih per bulan. Di luar apartemen, di luar kendaraan, dan lain sebagainya. Tapi, kan bukan, dia tim. Ada enam pelatih lainnya,” ucap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat menjadi narasumber di podcast Close The Door di YouTube milik Deddy Corbuzier.

“Dia (Shin Tae-yong) mungkin Rp1,1 miliar, ya ada harga ada barang lah,” tegasnya.

Track record Shin Tae-yong di kancah sepak bola Asia cukup bagus. Bahkan, federasi sepak bola Korea Selatan mengamanahinya untuk melatih skuat Negeri Gingseng pada gelaran Piala Dunia 2018. Dia juga pernah menjadi pelatih Seongnam Ilhwa Chunma dan meraih cukup banyak gelar juara.

Lima Prestasi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

1. Membangun Skuad Timnas Indonesia Masa Depan

Prestasi Shin Tae-yong mulai ketara ketika melihat perubahan drastis pola permainan skuat Timnas Indonesia. Bahkan, banyak yang memuji jika taktik dan pola permainan skuat Garuda saat menjalani babak kualifikasi Piala Asia 2023 seperti di liga-liga Eropa.

Pelatih asal Korea Selatan itu mampu membangun pondasi kekuatan Timnas Indonesia masa depan yang bermateri pemain muda.

Timnas Indonesia di level usia 19 tahun, usia 23 tahun hingga senior menunjukkan perubahan gaya permainan dan mental tempur di lapangan yang lebih baik.

Yang menonjol dari skuad racikan Shin Tae-yong adalah bermunculannya pemain muda yang awalnya tidak dikenal menjadi bintang baru Timnas Indonesia.

2. Runner-up Piala AFF 2020

Prestasi Shin Tae-yong yang kedua ialah mampu membawa Timnas Indonesia tembus final Piala AFF 2020.

Kendati belum mampu menjadi juara, keberhasilan menjadi runner-up Piala AFF 2020 tapi Timnas Indonesia mampu merusak peta kekuatan sepak bola di Asia Tenggara.

Indonesia yang sebelumnya diremehkan dalam level Asia Tenggara, kini mulai berubah. Banyak klub-klub yang mulai takut dan memperhitungkan jika mendapat lawan Timnas Indonesia.

Dengan bermateri pemain muda berusia rata-rata 23 tahun, skuad Garuda mampu mengepakkan sayapnya kembali hingga terbang tinggi. Skuad Garuda yang sebelumnya di Piala AFF 2018 babak belur tersingkir di penyisihan mampu membalikkan prediksi.

Racikan Shin Tae-yong yang mengkolaborasikan pemain muda lokal dan pemain keturunan Indonesia terbukti ampuh membawa Timnas Indonesia hingga menjadi runner-up.

Dengan materi pemain muda yang semakin matang secara mental dan skill, Timnas Indonesia racikan Shin Tae-yong diharapkan bisa menjadi juara Piala AFF 2022. Sebuah tantangan bagi Shin Tae-yong untuk mengubah status langganan enam kali runner-up menjadi juara Piala AFF tahun ini.

3. Perunggu SEA Games 2021

Prestasi Shin Tae-yong yang ketiga datang dari perhelatan SEA Games 2021. Dengan materi pemain Piala AFF 2020 plus tambahan pemain muda seperti Ronaldo Kwateh dan Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia mampu merebut perunggu SEA Games 2021.

Keberhasilan meraih perunggu dengan mengalahkan Malaysia di perebutan peringkat ketiga menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia di tengah dominasi Thailand dan Vietnam. Shin Tae-yong membuktikan menjadi pelatih yang sukses meleburkan pemain muda dan senior menjadi kekuatan membahayakan di masa depan.

4. Lolos Piala Asia 2023

Prestasi Shin Tae-yong yang keempat bagi kesebelasan Garuda ialah mampu mendobrak Timnas dalam kualifikasi Piala Asia 2023.

Sebagai informasi, keikutsertaan pasukan Garuda di perhelatan akbar se-Asia itu terakhir kali pada tahun 2007. Saat itu, Timnas Indonesia menjadi tuan rumah bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam sehingga berhak lolos ke putaran final Piala Asia 2007.

Di tengah drama mengenai statusnya yang dipersoalkan membesut tiga level timnas, Shin Tae-yong lagi-lagi memberikan prestasi membanggakan. Timnas Indonesia membuat sejarah lolos Piala Asia 2023.

Skuad Garuda yang bermateri pemain yang nyaris tidak berubah sejak Piala AFF 2020 hingga SEA Games 2021 menjadi runner-up terbaik di kualifikasi ketiga Piala Asia 2023 di Kuwait.

Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan mengejutkan sepak bola Asia dengan meraup 6 poin dari tiga kali bertanding di Grup A. Timnas Indonesia membuka kejutan saat membungkam tuan rumah Kuwait dengan skor 2-1. Kemenangan itu menjadi sejarah untuk kali pertama dalam 42 tahun terakhir Timnas Indonesia mengalahkan Kuwait.

Sayang di laga kedua Indonesia kalah tipis 0-1 dari Yordania. Tiket Piala Asia 2023 akhirnya direbut setelah Timnas Indonesia mengamuk memberondong gawang Nepal 7-0. Timnas Indonesia pun finis runner-up Grup A.

Kemenangan besar itu menjadi landasan skuad Garuda terbang tinggi ke Piala Asia setelah menanti 15 tahun sejak 2007. Timnas Indonesia masuk menjadi lima runner-up terbaik yang memastikan lolos ke Piala Asia 2023.

5. Ranking FIFA Meroket

Kemenangan demi kemenangan yang diraih Timnas Indonesia atas negara lain di semua event sejak pertama kali membesut pada Desember 2019 mampu mendongkrak ranking FIFA hingga 20 tingkat.

Shin Tae-yong datang saat Timnas Indonesia tercecer di peringkat 175 dunia. Setelah 2,5 tahun membesut Timnas Indonesia, ranking FIFA skuad Garuda terbang tinggi 20 tingkat.

Setelah kualifikasi ketiga Piala Asia 2023, ranking FIFA Timnas Indonesia meroket ke posisi 155 dunia. Dengan bertengger di posisi 155 dunia, Timnas Indonesia masuk Pot 4 di Piala Asia 2023. Timnas Indonesia diharapkan mampu menjaga konsistensi permainan agar bisa kembali meningkatkan prestasi dan ranking dunia yang lebih tinggi.

Sumber: Sindonews.com