Berita

 Network

 Partner

4 Strategi Program PAPeDA dalam Pengembangan Produk Lokal Papua
Deputy Representative The Asia Foundation (TAF), Sandra Hamid saat membuka webinar bertajuk Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua, Jumat (27/8).

4 Strategi Program PAPeDA dalam Pengembangan Produk Lokal Papua

Berita Baru, Jakata – Program Pelestarian Sumber Daya Alam dan Peningkatan Kehidupan Masyarakat Adat melalui Pertanian Berkelanjutan di Tanah Papua (PAPeDA) membeberkan empat (4) strateginya dalam mengembangkan produk lokal Papua.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputy Representative The Asia Foundation (TAF), Sandra Hamid dalam acara puncak Festival Torang Pu Para Para bertajuk Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua.

Sandra menengarai, empat (4) hal di atas berpotensi besar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Papua melalui pengolahan produk-produk lokal dengan tetap menjaga kelestarian hutan.

Strategi-strategi itu mencakup: pertama, meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola pertanian yang berkelanjutan.

Berdasarkan paparan Sandra, seluas 68,77 hektare lahan telah dikelola oleh 36 kelompok tani dengan melibatkan 540 anggota di mana terdapat 331 petani perempuan.

Berita Terkait :  DPR Tetapkan Anggota Pansus RUU Otsus Papua

Selain itu, kelompok tani tersebut juga telah berhasil menanam 11.100 bibit pohon tanaman keras untuk menambah tutupan hutan dan menjaga dari kerusakan lingkungan.

“Ini soal dukungan peningkatan produksi sebenarnya,” kata Sandra dalam Webinar yang diselenggarakan oleh TAF bekerja sama dengan Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK), Jumat (27/8).

Kedua, mendukung penuh ekonomi di tingkat lokal dan berusaha menghubungkannya dengan pasar.

Dengan strategi ini, Sandra menjelaskan, di Kabupaten Jayapura, kelompok petani Kakao telah mendapatkan pesanan bibit kakao lebih dari 200 ribu bibit dengan nilai transaksi lebih dari 3 Milyar rupiah.

Kelompok petani Gaharu pun telah berhasil menjual dan menerima pesanan lebih dari 100 ribu bibit yang setara dengan 600 juta rupiah, ungkap Sandra

Berita Terkait :  Kunjungi Natuna, Edhy Prabowo Janjikan Cold Storage

“Selanjutnya, yang ketiga, kami pun mendukung Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kampung untuk membuat kebijakan pengolahan lahan dan hutan yang berkelanjutan,” ulas Sandra.

Bagi Sandra, mereka memiliki komitmen untuk turut melestarikan sumber daya alam melalui regulasi dan inilah yang PAPeDA dukung. Ini bisa dibuktikan dengan adanya alokasi khusus dari APBKam untuk penguatan agenda di atas.

Terakhir, mendukung terbentuknya jaringan usaha lintas tanah Papua. Ini efektif untuk untuk perkembangan ekonomi, kemajuan usaha, dan meningkatkan komunikasi yang positif antarwarga Papua.

“Dengan ini pun, nantinya warga papua bisa berkomunikasi aktif dengan warga di Aceh, Makassar, dan sebagainya untuk saling transfer gagasan terkait pengembangan produk lokal masing-masing,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 untuk Awak Media

Acara yang diadakan secara daring ini dan ditayangkan di kanal Youtube Asmat Papua Official, Youtube Beritabaruco, Facebook Beritabaru.co, dan Instagram Beritabaruco merupakan puncak dari rentetan acara sebelumnya sejak 16 Agustus 2021 lalu.

Diskusi ini pun dihadiri langsung oleh perwakilan dari Menteri Koperasi dan UKM Siti Azizah, Untung Tamsil Bupati Fakfak, Mathius Awoitauw Bupati Jayapura, Rini Madouw Yayasan Papua Muda Inspiratif, Olvah Alhamid Puteri Indonesia Intelegensia, Noldy Abrahams Project Officer PAPeDA, dan Early Rahmawati Sekjen PUPUK Indonesia sebagai pembicara.