279 Siswi Korban Penculikan Bandit di Nigeria Telah Dibebaskan

(Foto: The Guardian)

Berita Baru, Internasional – Sebanyak 279 siswi sekolah asrama yang menjadi korban penculikan di negara bagian Zamfara, Nigeria, pekan lalu telah dibebaskan dan berada di lingkungan pemerintah, kata gubernur negara bagian itu.

“Ini membuat hati saya gembira untuk mengumumkan pembebasan siswa GGSS Jangebe yang diculik dari penahanan,” tweet Bello Matawalle. “Putri kita sekarang aman.”

Pihak berwenang pada awalnya mengatakan, 317 gadis diculik dalam penggerebekan oleh ratusan pria bersenjata di sekolah menengah Government Girls di desa terpencil Jangebe pada hari Jumat. Tapi Matawalle mengatakan, total siswa perempuan yang diculik adalah 279. “Kami bersyukur kepada Allah mereka semua sekarang bersama kami,” katanya, Selasa (2/3).

Setelah serangan ketiga di sekolah-sekolah Nigeria dalam waku kurang dari tiga bulan, pejabat pemerintah mengaku telah melakukan pembicaraan dengan para penculik yang dikenal sebagai bandit.

Pejabat negara di Zamfara, seperti di negara bagian lain yang dikepung oleh kekerasan bandit, sebelumnya telah menandatangani “perjanjian perdamaian.” Perjanjian tersebut menawarkan uang tebusan dan amnesti dengan beberapa kelompok bandit yang telah meneror sebagian besar wilayah utara dan tengah Nigeria dalam beberapa tahun terakhir.

Sebuah sumber mengatakan kepada Agence France-Presse, bahwa mantan bandit telah dihubungi untuk menjangkau mantan rekan mereka sebagai upaya untuk membebaskan para siswa.

Geng kriminal bersenjata berat di barat laut dan tengah Nigeria telah meningkatkan serangan dalam beberapa tahun terakhir, penculikan untuk tebusan, pemerkosaan dan penjarahan, di desa-desa dengan tingkat keamanan yang minim.

Para bandit melancarkan serangan dari surga hamparan hutan yang membentang dari barat laut Nigeria ke Niger. Serangan terus berlanjut meskipun ada beberapa serangan angkatan udara dan operasi militer.

Pekan lalu, pria bersenjata tak dikenal menewaskan seorang siswa dalam sebuah serangan di sekolah asrama di negara bagian Nigeria tengah utara Nigeria dan menculik 42 orang, termasuk 27 siswa. Para sandera belum dibebaskan.

Pada bulan Desember, lebih dari 300 anak laki-laki diculik dari sebuah sekolah di Kankara, di negara bagian asal Presiden Muhammadu Buhari, Katsina, saat dia mengunjungi wilayah tersebut.

Anak-anak lelaki itu kemudian dibebaskan tetapi insiden itu memicu kemarahan dan ingatan akan penculikan 276 siswi sekolah oleh para jihadis di Chibok yang mengejutkan dunia. Banyak dari gadis-gadis itu masih hilang.

Boko Haram, yang menculik siswi Chibok, mengaku bertanggung jawab atas penculikan di Kankara. Hal ini meningkatkan kekhawatiran dan kecurigaan bahwa asosiasi antara kelompok bersenjata dan jihadis melakukan penculikan untuk meminta uang tebusan.

Karena ketidakamanan memburuk di Nigeria utara, kritik terhadap pemerintahan Buhari semakin meluas.. Serangan bandit telah melonjak bahkan ketika pemberontakan jihadis selama 11 tahun di timur laut Nigeria terus berlanjut, yang telah menewaskan lebih dari 30.000 orang dan menyebar ke negara tetangga, Niger, Chad, dan Kamerun.

Pihak berwenang membantah telah membayar uang tebusan untuk mengamankan pembebasan baru-baru ini. Meskipun para analis mengatakan ini tidak mungkin dan para ahli keamanan khawatir hal itu akan menyebabkan peningkatan penculikan di wilayah-wilayah yang dilanda kemiskinan ekstrem ini.

Penculikan untuk uang tebusan di negara berpenduduk paling banyak di Afrika adalah masalah yang tersebar luas, dengan pengusaha, pejabat, dan warga negara biasa diculik dari jalan-jalan oleh penjahat yang mencari uang tebusan.

Setidaknya $ 11 juta (£ 8 juta) dibayarkan kepada para penculik antara Januari 2016 dan Maret 2020, menurut SB Morgen, sebuah konsultan penelitian geopolitik yang berbasis di Lagos.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini