Berita

 Network

 Partner

Kemenlu WNI
(foto: Kemenlu RI)

223 WNI di Luar Negeri Berhasil Sembuh dari Covid-19

Berita Baru, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19, hingga Sabtu (2/5) mencapai 661 orang.

Dari jumlah 661 WNI tersebut, 223 dinyatakan sembuh, 34 orang di antaranya meninggal dunia dan 404 dalam perawatan.

Ratusan kasus WNI positif corona tersebut tersebar di 30 negara, Vatikan, dan kapal pesiar.

Berdasarkan data Kemlu RI, WNI yang berada di kapal pesiar menjadi yang paling banyak terinfeksi virus corona yakni mencapai 170 orang dengan rincian 17 orang sembuh, 4 meninggal dan 149 lainnya masih dalam perawatan.

WNI di Malaysia menjadi yang terbanyak kedua terinfeksi corona. Sejauh ini, ada 108 WNI terinfeksi Covid-19 dengan rincian 18 orang sudah sembuh, 2 meninggal dan 88 orang lainnya dalam perawatan.

Berita Terkait :  Berkunjung ke Dubes Palestina, PBNU Kutuk Agresi Militer Israel

WNI di Arab Saudi yang terpapar kasus corona yakni mencapai 75 orang dengan rincian 8 sembuh, 6 meninggal dan 61 lainya masih dalam perawatan.

Sebelumnya, Kemlu menyatakan ada 105 warga negara Indonesia (WNI), yang merupakan jamaah tabligh di luar negeri telah terjangkit Covid-19.

30 orang di antaranya merupakan jamaah tabligh yang berada di Pakistan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

“75 WNI merupakan jamaah tabligh di India yang positif mengidap Covid-19, dan 44 di antaranya telah sembuh,” kata Menlu.

Secara keseluruhan, ada 1.148 WNI jemaah tabligh yang tersebar di 13 negara. Sejumlah 1.047 WNI di antaranya dinyatakan sehat atau belum ada informasi mereka terpapar.

Berita Terkait :  Update Covid-19 11 Mei: 14.265 Kasus, 2.881 Sembuh, 991 Meninggal

“Beberapa jamaah tabligh WNI juga sudah ada yang kembali yaitu delapan orang yang berkegiatan di Maroko telah kembali ke Indonesia pada 26 April lalu. Kemudian enam orang dari Thailand pada 20 April dan lima orang dari Yordania pada 21 April,” ujarnya. [*]