Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Berita Baru, Pesta Seks
(Foto: Beritabali)

20 Pria Kolombia Gelar Pesta Seks di Tengah Pandemi COVID-19



Berita Baru, Internasional— Polisi Cali, Kolombia, menangkap 20 pria usai terlibat pesta seks dengan pelacur di tengah situasi pandemi COVID-19. Pesta tersebut berlangsung hari Selasa (12/5).

Dalam sebuah laporan polisi, selain pesta seks, mereka juga berpesta narkoba dan minuman keras. Bahkan, beberapa media setempat menerbitkan undangan pesta yang dikirim melalui WhatsApp pada hari Minggu.

“Hal ini terjadi di sebuah rumah yang sepi, dan ruangan yang gelap aman untuk menikmati seks yang menggembirakan dan pertemuan tidak wajar,” bunyi undangan via WhatsApp itu.

Saat ini, satu dari 20 pria yang diamankan polisi akibat melanggar kebijakan lockdown tengah menderita demam 100,4 derajat Fahrenheit (38 derajat Celsius). Pria tersebut dilarikan ke rumah sakit setempat untuk menjalani tes Coronavirus. Tetapi, belum diketahui apakah pria tersebut dinyatakan positif atau negatif.

Sementara itu, Wali Kota Cali, Jorge Iván Ospina menerangkan bahwa polisi dan kejaksaan secara bertahap akan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan, tapi belum menentukan apakah 20 orang itu akan mendapat dakwaan atau tidak.

“Kami berjuang untuk bertahan hidup. Tetapi, mereka malah mengorganisir pesta di media sosial dengan niat buruk dan berbahaya. Mereka melanggar aturan, melanggar karantina, melanggar hukum,” tegas Ospina.

“Kami menghadapi kemungkinan kasus (infeksi) dan kemungkinan kontak Covid-19. Mungkin mereka tidak tahu bahwa kami memiliki lebih dari 1.000 kasus di Cali,” tambahnya.

“Mereka melanggar semua aturan. Ini bukan soal orang-orang yang melanggar karantina untuk pergi bekerja. Mereka (peserta pesta seks) bodoh,” terang Wali Kota Ospina dengan kesal, sebagaimana dikutip dai Mail Online.

Pihak berwenang Kolombia sudah melaporkan beberapa pesta seks di tengah-tengah perintah lockdown guna menekan dan menghentikan penyebaran virus corona baru yang hingga Sabtu (16/5) sudah menginfeksi setidaknya 14.216 termasuk 546 di antaranya telah meninggal dunia.