Berita

 Network

 Partner

Meteoroit Menghantam Bumi
Situs purbakala bekas pendaratan meteoroit di bumi, (Gambar: SputnikNews).

180 Tahun Sekali Meteorit Sebesar Bom Nuklir Menghantam Bumi

Berita Baru, Internasional – Tim Peneliti Internasional yang meneliti situs Wolfe Creek Crater Australia menghitung seberapa sering meteorit menghantam Bumi dengan kekuatan sebesar ledakan nuklir. Hasilnya setiap 180 tahun, akan ada meteorit mengahantam bumi.

Profesor Tim Barrows dari University of Wollongong selaku pemimpin tim menjelaskan bahwa timnya menggunakan dua teknik untuk menentukan umur batu yang terkena dampak Wolfe Creek Crater. Umur batu itu ternyata jauh lebih muda daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“Cara yang pertama untuk menentukan umur batu itu adalah dengan menentukan batu-batu dari tepi kawah yang telah dikeluarkan ketika meteorit menghantam. Hantaman itu kemudian menciptakan permukaan baru yang terkena radiasi. Dari situ, kita dapat menentukan berapa lama paparan itu terjadi,” ujar Barrows.

Berita Terkait :  Menlu Myanmar Terbang ke Thailand untuk Pembicaraan Diplomatik Terkait Krisis di Negaranya

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Teknik kedua adalah dengan melihat bidang gundukan yang telah dibelokkan oleh kawah.”

Penelitian tim internasional itu menemukan bahwa kemungkinan besar meteorit besi selebar 15 meter menghantam situs tersebut pada 120.000 tahun yang lalu, berbeda dari dugaaan sebelumnya yakni 300.000 tahun yang lalu.

“Jumlah energi yang dilepaskan meteorit tersebut saat menghantam bumi adalah sekitar 30 hingga 40 kali energi yang dilepaskan bom Hiroshima,” kata Barrows.

Wolfe Creek Creater adalah salah satu kawah meteor di planet Bumi yang dirawat dengan baik. Selain karena usianya yang relatif muda, juga karena lokasinya di gurun yang stabil secara geologis. Secara geologis, kawah itu menggambarkan dua pertiga Australia, artinya kawah meteorit bumi yang ditemukan di sana dapat berumur panjang.

Berita Terkait :  Fujifilm Meluncurkan Kamera Instax Mini 40 Instan Terbaru

“Daerah kering Australia adalah daerah yang sangat baik untuk melestarikan situs meteorit. Ada sejumlah besar meteorit yang telah ditemukan di Dataran Nullarbor misalnya,” kata Barrows. Ia menambahkan, “Tapi dataran kering Australia itu juga bagus karena tingkat erosi sangat rendah.”

Barrows dan timnya menemukan bahwa meteorit yang diukur dalam satuan meter jauh lebih umum daripada meteorit besar, yang diukur dalam satuan kilometer, seperti meteorit yang menciptakan Wolfe Creek Creater. Meteorit tersebut juga hanya berdampak pada Bumi setiap beberapa juta tahun.

Kerena itu, penelitian tim di Wolfe Creek Creter mengkombinasikan data enam kawah Australia lainnya yang diketahui kapan tanggal pasti menghantam bumi, untuk menghasilkan frekuensi kapan meteorit menabrak bumi.

Berita Terkait :  Khola Hasan, Cendekiawan Dewan Syariah Inggris Sebut Media Barat Salah Mengartikan Pandangan Taliban tentang Hak Perempuan

“Hasilnya adalah kita mendapatkan setidaknya satu meteorit besar, dengan besar kira-kira lebih dari 25 meter, setiap 180 tahun,” jelas Barrows. Ia menambahkan, “Mungkin ada empat kawah yang diciptakan oleh meteorit yang menabrak Bumi hanya dalam 60-70 terakhir.”

Barrows manambahkan, sebagian besar meteor ini mengenai samudera. Kecil kemungkinan meteorit itu akan menabrak pusat populasi atau daratan. Bumi sendiri 75 persen tertutup air. Namun, kata Barrows, hantaman meteorit ke bumi masih merupakan peristiwa besar dalam sejarah geologi pada daerah-daerah tersebut. (Ipung)

Sumber: SputnikNews