Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Banjir Besar Malaysia
Foto udara pemukiman yang terendam banjir akibat hujan deras di distrik Hulu Langat, negara bagian Selangor, Malaysia, Minggu (19/12). (Foto: Shahrul Azmir via Reuters)

1.000 Lebih WNI Terdampak Banjir Besar di Malaysia



Berita Baru, Internasional – Lebih dari 1.000 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Malaysia terdampak banjir besar yang terjadi sejak Sabtu (18/12) lalu.

Kabar tersebut disampaikan oleh Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar. Menurut Yoshi, para WNI terdampak sudah banyak memperoleh bantuan.

“Data-data itu juga masuk ke saluran komunikasi kita, dan hingga tadi pagi sekitar 1.700-an [WNI] meminta bantuan, [meminta] untuk diberikan bantuan,” kata Yoshi, dikutip dari Kumparan, Selasa (21/12).

Yoshi mengatakan, KBRI Kuala Lumpur bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat, paguyuban warga Indonesia di Malaysia, hingga kelompok keagamaan dalam penanganan WNI terdampak.

Jumlah WNI paling banyak terdampak berlokasi di Kuala Lumpur dan Negara Bagian Selangor. Selangor merupakan daerah paling terdampak dalam banjir terburuk Malaysia ini.

“Umumnya kalau untuk evakuasi, sudah banyak [WNI] yang dibantu juga oleh petugas relawan setempat dan ditampung di beberapa tempat penampungan. Di sini istilahnya [istilah tempat penampungan] dewan. Dibantu kebutuhan pokoknya dulu,” ungkap Yoshi.

Sebagai mana diketahui, beberapa negara bagian di Malaysia dihantam banjir yang disebabkan hujan deras sejak Jumat (17/12). Akibatnya, sekitar 51 ribu warga terpaksa mengungsi.

Yoshi mengaku, pada Sabtu (18/12), KBRI dan ormas sudah saling koordinasi untuk membantu para WNI.

“Koordinasi itu kita spread out, saling bantu dan sinergi untuk membantu teman-teman PMI (Pekerja Migran Indonesia) maupun WNI yang ada, khususnya di Kuala Lumpur dan Selangor, yang jumlahnya banyak di sana,” ungkapnya.

Di Selangor sendiri, WNI yang mengungsi tersebar di beberapa titik seperti Klang, Sri Muda, Hicom, Dengkil, dan kawasan Meru. Para WNI yang mengungsi, kata Yoshi, sudah termonitor dan akan disalurkan bantuan.

KBRI Kuala Lumpur dan sejumlah ormas sudah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok. Seperti nasi, makanan siap saji, pakaian layak, hingga alat-alat kebersihan.

PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan, hujan deras ini disebabkan cuaca ekstrem buntut pemanasan global. Bahkan, curah hujan satu bulan berlangsung hanya dalam satu hari di Selangor.

Setiap akhir tahun, musim hujan memang berlangsung di Malaysia. Tetapi, musim hujan 2021 merupakan yang terburuk di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini jumlah korban tewas akibat banjir besar ini mencapai sembilan jiwa.